by

PENTING, MATERI INTERVIEW DECK OFFICER


Berikut ini merupakan hal-hal yang paling sering ditanyakan saat interview di Perusahaan Pelayaran :

Materi interview untuk bagian Deck ( Deck Department)


1. Intruduce Your Self (Perkenalan Diri)

Ini adalah langkah awal yang harus anda lakukan saat interview. Memperkenalkan diri dan menjabarkan sedikit dari diri anda. 

2. Responsibility onboard as per rank (Tanggung jawab di atas kapal untuk setiap Posisi)

Peratanyaan ini tergantung dari posisi apa yang anda lamar, Sebagai Contoh jika anda melamar sebagai mualim 3 (Third Officer)  maka pertanyaannya adalah apa tanggung jawab mualim 3 di atas kapal. 

3. Marpol (Marine Pollution)

Pada materi marpol ini yang paling sering ditanyakan adalah mengenai penjelasan tentang Annex 1 sampai annex 6.
terdapat beberapa Annex pada Marpol yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  1. Annex I : Regulation for Prevention of Pollution by Oil (Peraturan pencegahan oleh limbah minyak)
  2. Annex II : Regulation for Control of Pollution by Noxious Liquid Substance in Bulk (Peraturan pencegahan pencemaran oleh bahan kimia beracun dalam bentuk curah)
  3. Annex III : Regulation for Prevention of Pollution by Harmful Substance Carried at Sea in Packaged Form (Peraturan pencegahan pencemaran oleh bahan berbahaya dalam bentuk kemasan)
  4. Annex IV : Regulation for Prevention of Pollution by Sewage from ship (Peraturan pencegahan oleh kotoran dari kapal)
  5. Annex V : Regulation for Prevention of Pollution by Gerbage from Ship (Peraturan pencegahan pencemaran oleh sampah)
  6. Annex VI : Regulation for Prevention of Air Pollution from Ship (Peraturan pencegahan pencemaran Udara dari kapal)

4. Collision Regulation/ColReg (P2TL)

Seperti yang kita ketahui bahwa jumlah Colreg/P2TL terdiri dari 38 aturan. Namun dari ke-38 aturan tersebut ada beberapa aturan yang paling sering ditanyakan dalam Interview. Aturan-aturan yang dimaksud tersebut yaitu sebagai berikut.
    Rule 5 – Look Out (Pengamatan)

”Every vessel shall at all times maintain a proper look out by sight and hearing as well as by all available means appropriate in the prevailing circumstances and conditions so as to make a full appraisal of the situation and of the risk of collision”(Setiap kapal harus senantiasa melakukan pengamatan yang cermat, baik dengan penglihatan dan pendengaran dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan situasi sebagaimana lazimnya, agar dapat membuat penilaian yang layak terhadap situasi dan resiko bahaya tubrukan)


Rule 6 – Safe Speed (Kecepatan Aman)
”Every vessel shall at all times proced at safe speed so that she can take proper and effective action to avoid collision and be stopped within a distance appropriate to the prevailing circumstances and conditions.(Setiap kapal harus bergerak dengan kecepatan aman sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat dan efektif untuk menghindari tubrukan dan dapat berhenti dalam jarak yang sesuai dengan keadaan dan situasi yang ada)


Rule 13 – Overtaking (Penyusulan)

”A vessel shall be deemed to overtaking when coming up with another vessel from a direction more than 22.5 degrees abaft her beam, that is, in such a position with reference to the vessel she is overtaking, that at night she would be able to see only the stern light of that vessel but neither of her sidelights”
(Kapal dianggap sedang menyusul bilamana sedang mendekati kapal lain dari arah lebih dari 22.5 derajat dari belakang arah melintang. dan pada malam hari ia hanya dapat melihat lampu tiang belakang/buritan, tetapi tidak melihat satu pun dari lampu lampu lambung)


Rule 14 – Head on Situation (Situasi Berhadapan)
“When two power driven vessel are meeting on reciprocal or nearly reciprocal course so as to involve risk of collision each shall alter her course to starboard so that each shall pass on the port side of the other. and by night she would see the mast head lights of the other in a line or nearly in a line and or both sidelights”(Bilamana kedua kapal tenaga sedang bertemu dengan haluan berhadapan atau hampir berhadapan, sehingga mengakibatkan bahaya tubrukan maka masing-masing kapal harus merubah haluan ke kanan sehingga kedua kapal tersebut akan berpapasan pada lambung kirinya. dan pada malam hari ia dapat melihat penerangan tiang kapal lain segaris atau hampir segaris dan atau kedua lampu lambung)


Rule 15 – Crossing Situation (Situasi Bersilangan)
”When two power driven vessels are crossing so as to involve risk of collision, the vessel which has the other on her own starboard side shall keep out of the way and shall, if the circumstance of the case admit, avoid crossing ahead of the other vessel”.(Bilamana dua kapal tenaga bersilangan sedemikian rupa sehingga mengakibatkan adanya bahaya tubrukan, maka kapal yang melihat kapal kapal lain di sebelah kanannya harus merubah haluan ke kanan dan jika keadaan memungkinkan harus menghindari memotong di depan kapal lain tersebut)


Rule 27 – Vessel not under Command or Restricted in their ability to manoeuvre (Kapal yang tidak dapat di olah gerak dan kapal yang terbatas kemampuan olah geraknya)
A vessel not under command shall exhibit :

  • Two all round red lights in a vertical line where they can best be seen 
  • Two balls or similar shapes in a vertical line where they can best be seen
(Sumber : madeof.blue)Vessel NUC making way through the water
(Sumber : madeof.blue )Vessel NUC not making way through the water
(Sumber : madeof.blue )

A vessel restricted in her ability to manoeuvre shall exhibit :

  • Three all round lights in a vertical line where they can best be seen. The highest and lowest of these lights shall be red and the middle light shall be white
  • There shapes in a vertical line where they can best be seen. The highest and lowest oh these shapes shall be balls and the middle one a diamond.
( Sumber : madeof.blue )
(Sumber : madeof.blue )

Rule 28 – Vessel Constrained by their draught (Kapal yang terkungkung oleh saratnya)
”A vessel constrained by their draught shall exhibit where they can best be seen three all round red lights in a vertical line. and or a Cylinder” (Kapal yang terkungkung oleh saratnya harus memperlihatkan tiga lampu merah keliling bersusun tegak lurus, dan atau sebuah silinder di tempat yang dapat terlihat dengan jelas)

(Sumber : madeof.blue )
(Sumber : madeof.blue )

    Rule 30 – Anchored Vessel and Vessels Aground (Kapal-kapal berlabuh jangkar dan Kapal-kapal Kandas)A vessel at anchor shall exhibit where it can best be seen :

  • In the fore part, an all round white light  and or one ball (Dibagian depan, lampu putih keliling dan atau sebuah lampu putih keliling)
  • At or near the stern and at a lower level than the light in the fore part, an all round white light (Di buritan atau di dekatnya pada suatu ketinggian yang lebih rendah dari pada lampu dibagian depan yakni sebuah lampu putih keliling)
(Sumber : madeof.blue )
”At night”
(Sumber : madeof.blue )

”A day”
A vessel Aground shall exhibit where it can best be seen :

  • Two all round red lights in a vertical line 
  • Three balls in a vertical line 
(Sumber : madeof.blue )
(Sumber : madeof.blue )

Rule 35 – Sound Signals in Restricted Visibility (Isyarat-isyarat bunyi dalam penglihatan terbatas)
Didalam atau di dekat daerah yang penglihatan terbatas baik pada siang hari maupun malam hari, isyarat yang ditentukan di dalam aturan ini harus digunakan sebagai berikut.

  • A power driven vessel making way through the water shall sound at intervals of not more than 2 minutes one long blast (Kapal tenaga yang sedang mempunyai laju terhadap air harus memperdengarkan satu tiup panjang (-) dengan selang waktu atau tidak lebih dari 2 menit)
  • A power driven vessel underway but stopped and making no way through the water shall sound at intervals of not more than 2 minutes two long blasts. (Kapal tenaga yang sedang berlayar tetapi berhenti dan tidak memiliki laju terhadap air harus memperdengarkan dua tiup panjang beruntun dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit)

5. ISM Code (International Safety Management Code)

Dalam ISM Code yang selalu ditanyakan adalah :

  • Pengertian ISM Code 
  • Tujuan dari pada ISM Code
  • Elemen-elemen ISM Code (ada 16 elemen)

6. LSA dan FFA

LSA (Life saving appliances) dan FFA (Fire Fighting Appliances) juga tidak lepas dari bahan dan materi interview dalam perusahaan pelayaran. Mulai dari jenis-jenis nya dan cara menggunakan. namun mengenai penjelasan secara rincih tentang LSA dan FFA penulis akan uraikan di artikel selanjutnya 😇

7. Safety Equipment dan Navigations Equipment

Untuk materi penjelasan tentang Safety Equipment dan Navigations Equipment penulis akan uraikan dalam artikel selanjutnya😇

8. SOLAS, STCW dan ISPS

Untuk materi penjelasan tentang SOLAS, STCW dan ISPS penulis akan uraikan dalam artikel selanjutnya😇

9. CARDINAL MARKS dan IALA BOUY 

Untuk materi penjelasan Cardinal marks dan IALA bouy penulis akan uraikan dalam artikel selanjutnya😇.

10. PASSAGE PLAN, CHART CATALOG dan NTM

Untuk materi penjelasan Passage plan, Chart Catalog dan NTM penulis akan uraikan dalam artikel selanjutnya😇.
itulah beberapa materi yang merupakan hal paling mendasar yang selalu ditanyakan saat interview di kantor perusahaan pelayaran. Semoga bermanfaat

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed